<p>Setiap tanggal 15 Juni, negara-negara di kawasan ASEAN memperingati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN (ASEAN Dengue Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) serta pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut.</p> <p>Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Tingginya mobilitas penduduk, perubahan iklim, serta masih adanya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi faktor yang mendukung penyebaran penyakit dengue. </p> <p>Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari, disertai sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Pada kondisi tertentu, DBD dapat berkembang menjadi lebih berat dan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala sejak dini dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami tanda-tanda yang mengarah pada DBD. </p> <p>Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan Gerakan 3M Plus, yaitu:</p> <p> Menguras tempat penampungan air secara rutin<br />  Menutup rapat tempat penyimpanan air<br />  Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk<br /> Plus berbagai langkah pencegahan lainnya, seperti menggunakan kelambu, memakai lotion atau obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menjaga kebersihan lingkungan</p> <p>Pemberantasan sarang nyamuk tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keberhasilan pengendalian DBD membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala. Lingkungan yang bersih dan bebas genangan air merupakan langkah sederhana namun sangat efektif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD. </p> <p>Melalui peringatan Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN Tahun 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pencegahan DBD dan menjadikan PSN 3M Plus sebagai kebiasaan yang dilakukan secara rutin. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan menurunkan risiko penularan DBD.</p> <p>Mari bersama-sama melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman Demam Berdarah Dengue. Karena pencegahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari. </p> <p>Untuk mendapatkan informasi dan edukasi kesehatan lainnya, ikuti media sosial resmi Puskesmas Kuta I:</p> <p> Website: puskesmaskuta1.badungkab.go.id<br />  Instagram: @puskesmaskutasatu<br />  Facebook: puskesmas Kutasatu<br />  YouTube: puskesmaskuta1<br />  TikTok: pusk_kuta_1</p>
Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN 2026: Bersama Cegah DBD, Lindungi Keluarga dan Lingkungan
15 Jun 2026