<p>Memasuki musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit berbasis lingkungan, salah satunya leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat ditularkan melalui air atau tanah yang terkontaminasi, terutama dari urine tikus.<br /> Risiko penularan meningkat saat terjadi banjir atau genangan air, di mana bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang lecet maupun selaput lendir. Aktivitas di lingkungan yang tergenang air tanpa perlindungan diri juga dapat meningkatkan potensi paparan.<br /> Leptospirosis perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kondisi serius apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Gejala awal umumnya berupa demam mendadak, yang dapat disertai keluhan lain setelah seseorang memiliki riwayat kontak dengan air banjir atau lingkungan yang berisiko.<br /> Masyarakat diimbau untuk:<br /> Menghindari kontak langsung dengan genangan air yang berpotensi tercemar<br /> Menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu boots dan sarung tangan saat membersihkan lingkungan<br /> Menjaga kebersihan rumah dan saluran air<br /> Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam setelah paparan risiko<br /> Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi. UPTD Puskesmas Kuta I siap memberikan pelayanan pemeriksaan dan penanganan sesuai prosedur medis yang berlaku.<br /> Mari bersama menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan diri dan keluarga.</p>
Waspada Leptospirosis di Musim Hujan
03 Mar 2026